SONDAY FELLOWSHIP – 1 Maret 2020
By : Ps. Dylan Kuway
Seperti apa sih sebenarnya pengikut Tuhan Yesus?
Lukas 9 : 57 – 62
Background pasal ini ialah banyak orang yang datang melihat perbuatan-perbuatan ajaib seperti kesembuhan, pemulihan, dll
3 hal yang harus kita pelajari untuk menjadi pengikut Tuhan dari pasal ini :
1. Tidak Mengejar Kenyamanan
-
Lukas 9 : 57 – 58 (TB)
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
Seseorang yang telah melihat perbuatan-perbuatan yang Tuhan Yesus kerjakan lalu melihat dan akhirnya dia mau mengikut Tuhan. Tuhan Yesus menjawab bahwa tidak ada kenyamanan.
Jika kita hanya mencari kenyamanan saja berarti kita tidak akan pernah menjadi murid Tuhan Yesus yang sejati.
2. Dahulukan Panggilan Tuhan!
-
Lukas 9 : 59 (TB)
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
Orang ini mendapat anugerah karena Tuhan yang langsung ajak. Namun dalam merespon orang ini mempunyai alasan:
“Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Orang ini menunggu warisan dari kematian bapanya. Dia kuatir akan kehidupannya.
-
Lukas 9 : 60 (TB)
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
-
Lukas 10 : 2 (TB)
Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.Tuhan cari calon-calon penuai-Nya, yang tidak terikat oleh harta dan kekuatiran dunia.
3. Fokus dengan pekerjaan Tuhan.
-
Lukas 9 : 61 (TB)
Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
Seperti orang membajak; tidak melihat ke belakang, agar membajak tetap lurus.
Mau melayani Tuhan, tetapi hatinya bercabang, ga fokus, menoleh ke belakang tidak akan pernah bisa karena kita perlu konsentrasi dengan pekerjaan Tuhan.